Warga Modong Terdampak Line Pipa Bocor, Waka DPRD PALI Segera Panggil Pihak Perusahaan

Header Menu

BBM

BBM

Warga Modong Terdampak Line Pipa Bocor, Waka DPRD PALI Segera Panggil Pihak Perusahaan

Senin, 25 Juli 2022

 

Foto: Wakil Ketua DPRD PALI M. Budi Hoiru, SH.I



PALI, Galih Info - Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) M. Budi Hoiru meminta kepada pihak perusaan yang diduga milik Line Pipa PT Medco E&P memberikan dampak baik dengan masyarakat yang terkena dampak bocornya pipa tersebut.

Diketahui bocornya line pipa itu tersebut pada tanggal rabu (20/7/2022) lalu, di Desa modong, kecamatang Tanah Abang, Kabupaten PALI.

"Kami akan segera memanggil pihak perusahaan, dan Dinas terkait untuk mencari solusi untuk masyarakat yang terkena dampak dari bocornya pipa tersebut." ujarnya Budi Hoiru Politisi Muda Partai Demokrat itu,  Saat dijumpai di ruang kerjanya, Senin(25/7/2022).

Ia berharap, pihak perusahaan dapat memberikan yang terbaik untuk masyarakat.

"Yang kami ketahui masyarakat terdampak pipa bocor itu, ada tanam tumbuh masyatakat terkena dari minyak tersebut dan juga minyak tersebut memasuki kolam masyarakat, semoga pihak perusahaan dapat memberikan yang terbaik untuk masyarakat." Tukasnya.

Sementara itu, VP Relations & Security Medco E&P Arif Rinaldi melalui Humas PT Medco Dito menjelaskan telah menyelesaikan pembersihan sisa minyak akibat pipa bocor yang diduga disebabkan oleh aksi pencurian minyak atau illegal tapping di Desa Modong, Tanah Abang, PALI. 

Kejadian perusakan pipa minyak milik negara tersebut, kini tengah ditangani oleh aparat kepolisian setempat. Perusahaan juga telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup PALI terkait penyelesaian pembersihan di sekitar lokasi kejadian.  

Kejadian ini diketahui pada Selasa (5/7), berdasarkan informasi dari petugas keamanan. 

“Terkait adanya tuntutan warga soal ceceran minyak, Medco E&P selalu berpedoman pada peraturan dan hukum yang berlaku. Selain itu, Perusahaan juga menyayangkan tindakan ilegal tapping ini karena selain merugikan Perusahaan, juga merugikan negara,”ungkapnya. (Red)